Jumat, 01 April 2016

cerita ulama

SALAH NIAT KETIKA MENUNTUT  ILMU 

Ini adalah sebuah cerita tentang salah seorang Tuan Guru Karismatik ( ulama ) dikampungku, beliau sering dipanggil moyang DIDI ( ALM.TGH.Abdul Hamid ) beliau adalah pendiri masjid dikampungku, sekarang masjid itu berdiri kokoh yang diberi nama MASJID PUSAKA AL-HAMIDY sesuai dengan nama pendirinya.

Suatu hari datang salah seorang Tuan Guru ke kediaman TGH.Abdul Hamid, Tuan guru ini baru pulang dari Makkah Al-mukarramah disana tuan guru ini menimba ilmu di Masjidil Haram, setelah tuan guru ini pulang dari Tanah Haram karena niat tuan guru ini setelah menuntut ilmu beliau akan mengetes para tuan guru ( mengetes ke ilmuan para tuan guru )  yang ada di lombok..

Singkat cerita...

Tuan guru yg pertama yang didatangi oleh tuan guru ini adalah TGH.Abdul Hamid, datanglah tuan guru ini ke kediaman TGH.Abdul Hamid..

Tuan guru : Assalamu’alaikum.... ( dengan rasa percya diri )

TGH.Abdul Hamid : wa’laikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.... ( dengan jawaban tenang, karena niatnya sudah ditahuu duluan ) silahkan masuk...,

Setelah mempersilahkan masuk..

TGH.Abdul Hamid : ada yang bisa saya bantu ? ( berpura-pura menanyakan apa niatnya silaturahmi )

Tuan guru : nggih tuan guru, begini tuan guru saya ingin bertanya.... !!

TGH.Abdul Hamid : ( memotong pertanyaannya )  tunggu sebentar, saya ambilkan kurma dulu dan air zam-zam ( masukklah ke dalam kamar )

Tuan guru : nggih tuan guru...

TGH.Abdul Hamid : silahkan dimakan dulu dan diminum air zam-zamnya.. (membawa kurma utuh dengan tangkainya dan daunnya yg  masih segar berwarna hijau, dan membawakan air zam-zam )

Tuan guru : haaaaaaaa.... ( kaget dan tidak percaya ), dari mana engkau dapat buah kurma dan tangkainya yg daunnya masih segar  tuan guru ?

TGH.Abdul Hamid : ada didalam kamarku ..

Tuan guru : apakah engkau menanam pohon kurma ?

TGH.Abdul Hamid : tidak, aku tidak menanam pohon kurma, kalau engkau mau lihat silahkan masuk kekamarku ..

Tuan guru : tidak tuan guru, tidak jadi aku bertanya... maafkan aku karena niatku salah ketika menuntut ilmu ( dengan raut muka bersalah ), dan niatku salah utk silaturrahmi

TGH.Abdul Hamid : Tuntutlah ilmu itu dengan niat Karena ALLAH SWT, bukan karena ingin lebih pandai, ataupun ingin mengetes ke ilmuan guru-guru kita ( berpesan kepada tuan guru itu )

Wallahu’alam Bishowab....

                                                                                                                Kutipandariguruku@TGH.SufyanIrsyadi

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar