cerita ulama

SALAH NIAT KETIKA MENUNTUT ILMU
Ini adalah sebuah cerita tentang
salah seorang Tuan Guru Karismatik ( ulama ) dikampungku, beliau sering
dipanggil moyang DIDI ( ALM.TGH.Abdul Hamid ) beliau adalah pendiri masjid
dikampungku, sekarang masjid itu berdiri kokoh yang diberi nama MASJID PUSAKA
AL-HAMIDY sesuai dengan nama pendirinya.
Suatu hari datang salah seorang
Tuan Guru ke kediaman TGH.Abdul Hamid, Tuan guru ini baru pulang dari Makkah
Al-mukarramah disana tuan guru ini menimba ilmu di Masjidil Haram, setelah tuan
guru ini pulang dari Tanah Haram karena niat tuan guru ini setelah menuntut
ilmu beliau akan mengetes para tuan guru ( mengetes ke ilmuan para tuan guru
) yang ada di lombok..
Singkat cerita...
Tuan guru yg pertama yang
didatangi oleh tuan guru ini adalah TGH.Abdul Hamid, datanglah tuan guru ini ke
kediaman TGH.Abdul Hamid..
Tuan guru : Assalamu’alaikum.... ( dengan rasa percya diri )
TGH.Abdul Hamid : wa’laikumussalam warahmatullahi
wabarakatuh.... ( dengan jawaban tenang, karena niatnya sudah ditahuu duluan )
silahkan masuk...,
Setelah mempersilahkan masuk..
TGH.Abdul Hamid : ada yang bisa saya bantu ? ( berpura-pura menanyakan apa niatnya silaturahmi )
Tuan guru : nggih tuan guru, begini tuan guru saya ingin
bertanya.... !!
TGH.Abdul Hamid : ( memotong pertanyaannya ) tunggu sebentar, saya ambilkan kurma dulu dan
air zam-zam ( masukklah ke dalam kamar )
Tuan guru : nggih tuan guru...
TGH.Abdul Hamid : silahkan dimakan dulu dan diminum air
zam-zamnya.. (membawa kurma utuh dengan tangkainya dan daunnya yg masih segar berwarna hijau, dan membawakan
air zam-zam )
Tuan guru : haaaaaaaa.... ( kaget dan tidak percaya ), dari
mana engkau dapat buah kurma dan tangkainya yg daunnya masih segar tuan guru ?
TGH.Abdul Hamid : ada didalam kamarku ..
Tuan guru : apakah engkau menanam pohon kurma ?
TGH.Abdul Hamid : tidak, aku tidak menanam pohon kurma,
kalau engkau mau lihat silahkan masuk kekamarku ..
Tuan guru : tidak tuan guru, tidak jadi aku bertanya...
maafkan aku karena niatku salah ketika menuntut ilmu ( dengan raut muka
bersalah ), dan niatku salah utk silaturrahmi
TGH.Abdul Hamid : Tuntutlah ilmu itu dengan niat Karena
ALLAH SWT, bukan karena ingin lebih pandai, ataupun ingin mengetes ke ilmuan
guru-guru kita ( berpesan kepada tuan guru itu )
Wallahu’alam Bishowab....
Kutipandariguruku@TGH.SufyanIrsyadi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar